Kelistrikan

Obsesi JK Bangun Daerah Konflik Tercapai

Kompas.com - 22/04/2010, 12:50 WIB

POSO, KOMPAS.com — Obsesi mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia Pusat, untuk menggerakan ekonomi di daerah yang pernah mengalami konflik berdarah tercapai sudah.

"Ini obsesi saya, bagaimana menggerakan ekonomi di kawasan yang pernah dilanda konflik. Sebab, kalau tidak begini, mana mungkin membangun masyarakat di daerah yang bekas konflik," ujar Kalla saat meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (22/4/2010) siang.

Menurut Kalla, setelah perdamaian diwujudkan, kemudian adalah menggerakan ekonomi penduduknya. "Kalau tidak, apa yang menjadi harapan penduduk?" tanyanya lagi.

Di sela-sela kunjungan kerjanya sehari ke Palu, Sulawesi Tengah, Kalla menyempatkan mampir ke Poso. Kalla membawa sejumlah bankir yang memberikan kredit pembangunan dalam pembangunan PLTA Poso tersebut.

"Saya memang bawa mereka agar mereka melihat progres kemajuan pembangunannya setelah mereka mengucurkan dananya," lanjut Kalla. Investasinya yang dibutuhkan Rp 3 triliun, di antaranya untuk 270 kilometer transmisi senilai 80 juta dollar AS.

Selain obsesi membangun PLTA, obsesi Kalla yang lain adalah membangun PLTA dengan teknologi sendiri, kontraktor sendiri dan dana sendiri. "Semuanya sudah saya wujudkan. Jadi saya tidak omong doang untuk membantu menggerakkan ekonomi masyarakat pascakonflik," ujarnya.

Adik Kalla

PLTA Poso dimiliki keluarga Kalla, dengan nama PT Poso Energy, yang komisaris utamanya Achmad Kalla, adik Jusuf Kalla. Kapasitas PLTA Poso mencapai 180 megawatt (MW). "Kemajuan sekarang mencapai 75 persen dan akhir tahun kita harus selesaikan pembangunannya," tandas Kalla.

Sejauh ini, kredit sindikasinya didanai oleh empat bank, yaitu Bank BNI, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bukopin, dan Bank Mandiri. "Jadi, bukan APBN," ungkap Kalla.

Menurut Kalla, PT Poso Energy akan menjual daya listriknya jauh lebih murah kepada PLN dibandingkan perusahaan lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau